SearchSearch CalendarCalendar GalleryGalleryAuction-PortalAuctions GlobalGlobal Top-ListTopMembersMembers StatisticsStats
get your RSS-Feed
Language/Sprache:  Admin  
 Login: ChatChat (0) new User-MapUser-Mapsend Passwordsend Password RegisterRegister

Forum Overview » Galeri Cybersastra » Ari Setya Ardhi » Menatap Danau Air Mata
Pages: (1) [1] »
Registration necessaryRegistration necessary
Menatap Danau Air Mata
cybersastrano Access no Access first Post cannot be deleted -> delete the whole Topic 
Group: Administrator
Level:


Posts: 41
Joined: 4/25/2006
IP-Address: saved
offline


Menatap Danau Air Mata

kesibukan jam kerja masih
mengepung, mendirikan jeruji-jeruji
keseharian diantara meja yang
menghunus pisau dan nyala komputer
yang membakar kebebasan, lepas mengusung
bara peradaban
menuntut perbedaan jari lewat berita
yang terus mengucur deras.
aku baru saja menepis air mata
yang pecah dikepala, ketika tiba-tiba
kuasa bumi menggetarkan kaca-kaca panorama,
malam bergelombang di sela-sela kantuk
lampu, jalan-jalan terbelah kesumat semesta
mengangakan suara kematian.
kemudian angin berpesta menampar kerapuhan gedung-gedung
ombak pesisir menggerus kota
sedang nina, yani dan Diana mabuk dermaga
suara telepon jadi keperihan kabel-kabel
mengirimkan surat gempa yang berloncatan
di udara, hingga darah mengalir dari menara
menelusuri bencana, menyodorkan kerangka
malapetaka tiada berbanding,
kelelapan jadi perhitungan nasib tergadai

bagai menatap danau air mata
kita hanya bisa mengail perih, melempar jala kepasrahan
sembari mengayuh kebimbangan sampah
''tolong kirimkan ayah atau ibu''
pekik surat kawat yang berhampiran
''sekarang vera perlu di lawat, menik sedang sekarat tanpa
melati ismani sudah jadi kamboja pekan ini!''
lagi-lagi kesenyapan bergentayangan
membawa-bawa dendam cuaca
menyodorkan siluet perih melanda dada
sampai langit kepedihan
mengucurkan gerimis berdarah
''jangan biarkan kerinduan jadi
kurusetra aku pandawa kehilangan keluarga''
lambat laun sejarah menimbun legenda
membebaskan ribuan situs membangun keluguan dongeng-dongeng
O, disini, di atas tanah berhala,
keruntuhan melayu masih jadi gerhana

Bohemian Jambi, 9 Juni 2000


4/25/2006 5:35:08 PM   
Registration necessaryRegistration necessary
Pages: (1) [1] »
all Times are GMT +1:00
Thread-Info
AccessModerators
Reading: all
Writing: User
Group: general
none
Forum Overview » Galeri Cybersastra » Ari Setya Ardhi » Menatap Danau Air Mata

.: Script-Time: 0.047 || SQL-Queries: 7 || Active-Users: 4,242 :.
Powered by ASP-FastBoard HE v0.8, hosted by cyberlord.at