Group: Administrator Level:
Posts: 41 Joined: 4/25/2006 IP-Address: saved

| Merasuki Kegelisahan Badai
(: desy ratnasari)
setelah puas menatap kemolekan derita, aku menghempaskan batu ke dasar karang melumat-lumatkan tubuh laut dan merekahkan sauh itu lepas dari kekukuhan dermagamu. kemudian ombak mengalir menggusur angin, menggemertapkan debar pantai diantara kepasrahan pasir yang mengobok-obok darah pelabuhanmu o, petir samudra tercipta bersama kemabukanku, deras menepikan kegelisahan badai yang tertata dalam setiap debur darahmu disini, aku menatap alur di dadamu meniupkan beliung segenap kerapuhan nasib melepas deru yang menantang jangkarmu, membiaslepaskan topan menggelegar, mengepung buih peperangan menjemputmu. aku menampias gelombang memecahi keutuhan pantai sukmamu
bagai merasuk kegelisahan badai di ladang benakmu, kucari, kutelusuri panorama candu yang terlanjur membius usiamu. kita terkurung ketersesatan yang terombang-ambing perseteruan nasib. mengukur ombak yang pecah dalam pusaran kepala, masih juga kau berkhayal menempuh batas cakrawala. kemudian menguakkan gerbang pertentangan sembari memasrahkan harapan buat mayat. ah, kita adalah keranda yang sama-sama memahat impian keabadian
merasuki kegelisahan badai, telah kau tempuh penyesalan lewat gemerlap purnama kedukaan melewati pengingkaran sumpah matahari hingga embun pecah dari kebeningan matamu meneteskan keperihan pagi sepanjang telaga, hingga janji rembulan mengangakan keluasan medan laga, kemudian sangit bara melemparkann mesiu yang disambut dengan keputusan gerhana. Maka, aku menghitung langit yang berkeliaran, mempertegas guratan mendung paras mungilmu, mega berkabut terlanjur menguras air mata ''jangan biarkan gemerlap kota menenggelamkanmu,'' angkasa nuraniku berkibas, menepis pelangi yang diberkaskan hujan ''namun cahaya terlanjut mengulitiku. kerinduan seakan-akan takaran usia yang menyodorkan cinta sekedar keharusan. aku bukan rusuk Adam,'' tiba-tiba seja meringkus malam, rembulan terpanggang diantara keganasan angkasa. panas bertahta, siluet kian meraja. lalu, silau cahaya berbinar beban, membakar jasad tanahmu. ''simpan saja bagian keabadian masa lalu dalam agenda tak terbaca karena kepapaan itu harus dilunaskan sebatas usia ?'' bumi senyap menyambutmu, mengangakan bias kelahiran yang terus mencari misteri reinkarnasi
Bohemian Jambi 18 Juni 2000
|