Group: Administrator Level:
Posts: 41 Joined: 4/25/2006 IP-Address: saved

| Mendiami Rumah Bunga
sesekali kegetiran angin mendesir merapatkan gigilan selimut bersama aroma kesakralan percakapan di kesyahduan ranjang mawarmu membiarkan jendela cinta terpana kemudian pintu kedamain terkuak seluas sabana rindu yang senantiasa menggedor-gedor keterbatasan dengan jemari ketabahan. sementara, kerimbunan ilalang menebal lantai memasrahkan rerumputan menumbuhkan ruang-ruang kekekalan. lalu, kita semaikan benih bunga-bunga sepanjang helaan nafas, sampai desah pelaminan itu melindapi sekujur kebisuan ruang tamu. kita hembuskan jiwa keheningan yang berkeliaran di atas atap, melumatkan kemekaran birahi yang tak henti mengerang, menyatukan kepolosan tubuh bumi.
kita telah membangun rumah bunga, menancapkan akar ketulusan sembari terus memupuki tunas-tunas yang mulai berkejaran, menuai serbuk-serbuk yang menebarkan benih-benih keasrian bunga yang terus bermekaran. sementara di luar rumah, sungai-sungai mengalirkan pertentangan yang harus ditebus tanpa perlu membelanjakan keperihan masa lalu. dekaplah kenangan angin yang menyebar, menuai keganasan taufan jalanan. peluk, rengkuhlah sisa gerimisku jangan lepaskan kegemetaran pepohonan yang membungkus kegairahan di tamanmu
Bohemian Jambi, 10 Juni 2000
|