Group: Administrator Level:
Posts: 41 Joined: 4/25/2006 IP-Address: saved

| Taubatan
lelaki dengan selembar kain putih membelit kepalanya berjingkat seperti angin di antara orang-orang sibuk membenahi kancing baju stelan jas, pantalon, dan eterniti mereka menjemput malam yang muncul di antara tetes hujan dari mata orang-orang yang menangis hujan itu menjadi riak dimana lelaki berserban menaburkan farfum ke dalam dada orang-orang lewat syair-syair yang mulai jarang dilantunkan seperti orang-orang sibuk kau tidak perduli segala syair kecuali jazz dari saxaphone, basanova atau mozart aku memungutnya seperti anak kecil menemukan buah-buah seri berjatuhan di halam rumah kebahagiaanku tidak terbilang karena pintu dari mana kelam datang tertutup sudah. cahaya-cahaya entah dari mana bermekaran di hadapanku lelaki berserban itu
|